FUNGSI DAN PROBLEM KELUARGA
I.
PENDAHULUAN
Eksistensi sebuah keluarga tidak dapat dipisahkan dari sebuah
sistem keluarga. Jika kita melihat sistem, tentunya seorang anggota keluarga
saling terkait dengan situasi dan kondisi anggota keluarga yang lainnya.
Misalnya, ada salah satu anggota keluarga yang sedang bermasalah, maka yang
lainnyapun akan merasakan hal tersebut.
Oleh karena itu, membahas fungsi dan problematika keluarga ini
adalah juga tidak bisa dikepaskan dari keberadaan fungsi keluarga itu sendiri.
Demikian juga dengan problematika keluarga ini adalah juga tidak
bisa dilepaskan dari keberadaan fungsi keluarga itu sendiri. Demikian juga
dengan problematika yang muncul dalam sebuah keluarga juga bisa jadi disebabkan
oleh karena saling menurut dalam keluarga, kurang memahami masing-masing
anggota keluarga, kurang memperhatikan diantara anggota keluarga, dan
sebagainya.
Dari uraian diatas makalah ini akan membahas mengenai fungsi dan
problematika dalam keluarga.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa saja fungsi keluarga?
B.
Apa saja problematika keluarga?
III.
PEMBAHASAN
A.
Fungsi Keluarga
Keluarga adalah lembaga sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga pada
umumnya adalah keluarga yang utuh. Dikatakan utuh biasanya terdiri dari
kelaurga inti yakni ayah, ibu dan anak. Komponen tersebut merupakan sistem
dalam keluarga.
Fungsi keluarga antara lain:
1.
Fungsi Individual
a.
Meningkatkan derajat kemanusiaan dan ibadah
Keluarga berfungsi sebagai sarana meningkatkan derajat kemanusiaan.
Untuk memelihara diri secara individual terhadap perbuatan keji dan mungkar.
Sebagaimana sabda rasulullah SAW. Bahwa dengan menikah lebih dapat menutup
pandangan mata yang buruk (zina mata) dan lebih menjaga kemaluan. Memelihara
diri dari perbuatan yang dilarang Allah termasuk perbuatan takwa dan ibadah.
b.
Memperoleh ketenangan dan ketenteraman jiwa
Berkeluarga akan mendatangkan ketenangan batin, dan ketentraman
jiwa. Seperti Firman Allah dalam Q.S Arum: 21
ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»t#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurør& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøs9Î) @yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨uq¨B ºpyJômuur 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºs ;M»tUy 5Qöqs)Ïj9 tbrã©3xÿtGt ÇËÊÈ
Artinya: “dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”[1].
2.
Fungsi Sosial
Keluarga dijadikan sebagai tempat untuk mengembangkan interaksi
sehingga anak dan anggota keluarga bisa berkembang dan bersosialisasi diri.
Menurut St. Vembriarto (1978) sebagaimana dikutip oleh Pujosuwarno bahwa
sosialisasi meliputi:
a.
Proses belajar yakni proses akomodasi dengan individu, mengubah
impuls-impuls dalam dirinya dan cara hidup atau kebudayaan masyarakat.
b.
Individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-ide, pola-pola nilai,
dan tingkahlaku bermasyarakat.
c.
Kesatuan sistem dan fungsi keluarga yang akan memberikan ruang
gerak yang baik pula bagi anggota keluarganya untuk dapat bersosialisasi diri
secara baik dan bermanfaat bagi orang lain.
Dengan demikian dpat dipahami bahwa fungsi sosialisasi ini sangat
penting bagi sebuah keluarga karena dapat memberikan support bagi anggota
keluarganya utuk lebih maju dan berkembang serta beraktualisasi diri.
3.
Fungsi Pendidikan
Di dalam Al-quran terdapat ayat yang berhubungan erat dengan fungsi
pendidikan. QS An-Nisa: 9
|·÷uø9ur úïÏ%©!$# öqs9 (#qä.ts? ô`ÏB óOÎgÏÿù=yz ZpÍhè $¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{ öNÎgøn=tæ (#qà)Guù=sù ©!$# (#qä9qà)uø9ur Zwöqs% #´Ïy ÇÒÈ
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya
meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa
kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.
Pada ayat tersebut menjelaskan tentang peringatan agar orang tua
waspada untuk tidak meninggalkan keturunan yang lemah. Perintah agar tidak
mewariskan generasi yang lemah. Namun menurut Nurcholis Madjid, khususnya di
zaman modern usaha itu dilakukan dengan membekali genarasi muda dengan
kecakapan-kecakapan yang diperlukan melalui pendidikan sehingga meraka mampu
dan terampil sumber daya (SDM) yang berkualitas tinggi (Madjid, 1999:6).
Fungsi pendidikan dalam keluarga sangat penting mengingat banyak
perilaku kita merupakan hasil belajar. Oleh karena itu, keluarga hendaklah
dapat memberikan fungsi pendidikan yang baik, adil, dalam memberikan pendidikan
anak perempuan dan anak laki-laki sehingga nantinya anak-anaknya akan menjadi
manusia yang lebih bermanfaat ilmunya bagi keuarga, masyarakat, bangsam dan
negara. [2]
4.
Fungsi pengaturan Seksual
Salah satu
tujuan pembentukan pernikahan dan keluarga adalah tersalurkannya kebutuhan
seksual bagi individu. Dengan fungsi ini, diharapkan individu akan mendapatkan
kebagiaan dan kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, fungsi pengaturan seksual
dan kesepakatan pengaturan seksual hendaknya dilakukan dalam berkeluarga agar
keluarga tersebut bisa langgeng dan harmonis. Apabila kehidupan seksual
dilakukan dengan tanpa adanya pangaturan biasanya akan menimbulkan masalah.
Permasalah seks antara lain seperti seks dilakukan secara kurang wajar misalnya
homoseksual, hiperseksual, lesbian, ejakulasi dini, impotensi, frigiditas, dan
sebagainya. Oleh karena itu, dalam keluarga sangat penting memperhatikan fungsi
ini.[3]
5.
Fungsi reproduksi
Fungsi reproduksi yang dimaksudkan disini adalah fungsi
mengembangkan keturunan atau regenarasi. Dalam bahasa lainnya adalah mewujudkan
keturunan.
Dalam kenyataannya ada kalanya sebuah keluarga bisa memiliki
keturunan, dalam artian aktif reproduksinya sehingga memiliki banyak anak,
namun ada juga yang suit mendapatkan keturunan meskipun sudah banyak upaya yang
dilakukan.
Sedikitnya keturunan terkadang menimbulkan masalah dan menjadikan
ketidakbahagiaan kelularga. Namun demikian, bukan berarti banyaknya anggota
keluarga akan mengantarkan kepada kerukunan dan kebagiaan keluarga, justru
sebaliknya akan menimbulkan rawan konflik.
Dalam konsep islam bahwa dalam melaksanakan fungsi reproduksi, maka
dianjurkan untuk berdoa mohon dikaruniai keturunan yang baik dan shalih.
6.
Fungsi perindungan dan pemeliharaan
Fungsi ini berkaitan dengan psikologi keluarga. Pemenuhan fungsi
ini juga dapat diwujudkan dalam bentuk memberikan kasih sayang yang cukup dan
seimbang menuju tumbuhnya pribadi yang optimal, tidak menimbulkan kecemburuan
sosial diantara anggota-anggota keuarga, tidak pilih kasih terhadap satu sama
lainnya, menimbulkan rasa aman dan saling memperhatikan satu sama lainnya
sehingga tercipta kebahagiaan bagi keluarga, menjaga anggota keluarga dari
hal-hal yang tidak baik, terhindar dari kemaksiatan dan sebagainya. Hal ini
dijelaskan dalam Qs At-Tahrim ayat 66
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydßqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pkön=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâxÏî ×#yÏ© w tbqÝÁ÷èt ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtur $tB tbrâsD÷sã ÇÏÈ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan”.
7.
Fungsi Ekonomi
Keluarga sebagai penghasilan ekonomi akan tercapai jika terdapat
kerjasama yang baik bagi anggota keuarganya. Demikian pula, fungsi ekonomi
memiiki pernan penting bagi status sebuah keluarga. Untuk itu, dibutuhkan
pengaturan dan pengelolaan penghasilan ekonomi keluarga agar kebutuhannya dapat
tercukupi. Dengan demikian anggota keluarga akan mendapat kebahagiaan hidup.
Kebahagiaan ini tentunya tidak semata-mata untuk kebahagiaan saja melainkan
kebahagiaan diakhirat juga. Seperti dalam Qs At-Taubah ayat 105
Yang artinya: “ dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah
dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu
akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang
nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
8.
Fungsi afeksi dan rekreasi
Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan akan kasih sayang,
dengan kasih sayang yang cukup maka akan mengantarkan kepada kepribadian yang
baik. Rekreasi dalam hal ini tidaklah harus mengeluarkan uang yang banyak
ataupun dengan pemborosan dan gaya hidup yang royal. Akan tetapi rekreasi juga
dapat dilaksanakan dengan cara sederhana seperti belanja bulanan, mincing
diwaduk, jalan-jalan ketaman dsb.
Jadi jelas kiranya, bahwa fungsi afeksi dan rekreasi bagi keluarga
akan memberikan kebahagiaan bagi anggota keluarganya.
9.
Fungsi Status Sosial
Keluarga merupakan instansi masyarakat terkecil yang memiliki
fungsi sebgai wadah untuk dapat mengembangkan diri secara individu dan keompok,
karena individu adalah bagian dari kelompok dan membutuhkan tempat serta sarana
untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan bantuan orang lain.
Kemampuan komunikasi dan interaksi akan sangat membantu dalam
keberhasilan kehidupan sosial sehingga nantinya akan memperoleh kebahagiaan
hidup.
Status sosial bukanlah satu-satunya ukuran kebahagiaan. Tingginya
status sosial tidaklah diukur dari banyaknya harta yang dia miliki dan bukan
pula dilihat dari kehidupan yang mewah, ataupun sebaliknya. Demikian pula,
rendahnya status sosial juga bukan pula kaya atau miskinnya seseorang. Akan
tetapi, sosial seseorang akan dilihat dari sjauhmana seseorang dapat menghargai
orang lain, menyikapi orang lain, dan prestasi yang dimiliki. Status sosial
sebagai sarana wawasdiri dan tidak untuk menjadi orang yang sombong.[4]
B.
PROBLEMATIKA KELUARGA
Kehidupan dalam keluarga tidak selalu berjalan mulus. Masalah akan
selalu timbul Selama kehidupan berjalan. Berbagai masalah akan ditemui dalam
keseharian kita. Problematika keluarga adalah masalah yang diderita seseorang atau
beberapa orang atau bahkan semua orang dalam keluarga yang dampak dari problem
itu dapat yang menjadi penyebab kegoncangan hidup seseorang yang menjadikan
ketidak bahagiaan dalam keluarganya. Dalam konteks ini problematika keluarga
antara lain:
1.
Orang tua kehilangan pekerjaan
Menurut Olson dan DeFrein (2006) mengataka bahwa hampir sebagian
besar keluarga mengalami tekanan yang disebabkan karena keutuhan pokok seperti
makan, pakaian, dan biaya dalam rumah tangga. Oleh karena itu orang tua harus
mempunyai pekerjaan supaya bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Apabila
kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi, maka akan menimbulkan
masalah baikuntuk diriya maupun keluarganya.
2.
Anak terkena narkoba
Setiap keluarga menghadapi masalah-masalah yang berbeda-beda satu
dengan yang lainnya.misalnya saja kasus anak yang menggunakan narkoba. peran
orang tua sangat berpengaruh dalam menciptakan dan membangun komunikasi dengan
anak-anak. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan seringkali membuat anak
menjadi merasa tidak diperhatikan sehingga anak mencari tempat yang membuatnya
nyaman dan lupa pada masalah-masalah yang dihadapi. Salah satunya adalah
menggunakan narkoba. Padahal narkoba sangat mempunyai dampak negative.
3.
Anak hamil diluar nikah
Penelitian-penelitian yag dilakukan di Amerika serikat menunjukkan
bahwa terjadi peningkatan remaja putri yang hamil diluar nikah. Sedangkan ayah
caln bayi selalu melarikan diri, sehingga remaja putri tersebut harus
membesarkan anak yang dikandungnyatetapi tetap bergantung pada orang tuanya. Walaupun
remaja putri tersebut masih membutuhkan pendidikan, namun sulit baginya untuk
melanjutkan studi, sehingga hal itu menyebabkan banyak masalah diantaranya
masalah keuangan, fisik, dan psikolgis. Hal ini yang membuat tertekan sehingga
melampiaskan kemarahannya pada anak. Berdasakan kasusu tersebut, peran keluarga
sangat penting untuk menumbuhkan rasa aman, nyaman, percaya pada remaja yang
sedang mengalami masa sulit dan ketidak stabilan emosional.
4.
Problem kesehatan
Kesehatan
mrupakan kebtuhan bagi kita semua, kesehatan juga faktor yang penting dalam
keluarga, terkait dengan problrm kesehatan ini misalnya ada salah satu keluarga
yang sedanag sakit , kondisi demikian dapat mempengaruhi anggota keluarga
lainnya, dimana yang saikit bersifat sensitive, mersa tidak diperhatika karena
sakitnya lama dan membutuhkan biaya yang banyak untuk menebus obat-obatan secara terus menerus yang di
kebutuhanya. Kesehatan keluarga tidak hanya kesehatan fisik saja melainkan
kesehatan lingkungan sangat penting juga.karena itu kesehatan mrupakan
kebutuhan yang sangat penting.
5.
Problem pendidikan
Problem
penddikan kadang-kadang timbuldari pihak anak , misalnya mogok dalam
pendidikanya , pilihan jurusan tidak sesui dengan harapan orang tua dan sebagainya
, problem tersebut dapat diatasi asalkan antara keluarga saling perhatian,
salih memahami, dan oarang tua harus memperhatikan kebutuhan anggota
keluarganya. Pendidikan dalam keluarga juga sangat penting bagaiman komunikasi
dengan baik , baik secara verbal atau non verbal selai itu membarikan
pendidikan tentang bagaiman bersikap
kepada orang laian, bertindak yang baik dalam hiingan sosial.
6.
Problem hubungan inter dan antar keluarga
Hubungan inter
dan antar keluarga adalah hubunga keakrapan, kerjasama, keharmonisan antara
anggota-anggota keuarga. Dalam
menciptakan hubungan antara anggota keluarga hendaknya dilakukan secara
bersama-sama. Disi pentingan peran dan fungsi sitem keluarga yang baik. Hal ini
dapat dilakukan dengan komunikasi dengan baik antara anggota keluarga , membiaskan mengambil
keputusan yang disepakati bersama , memberi luang gerak sisrem demokrasi dalam
menyampaikan pendapat , tidak menyempelakai satu sama lainya, dan menghargai
pendapat masing-masing anggota keluarga.
7. Problem agama
Agama dalam
keluarg sangatlah penting dan penting
keberadaaanya, mengapa penting? Karena masalah agama merupakan yang sangat
sensitve dan agama merupakan way of lite yang sangat besar peranya dalam
kehidupan seseorang. Agama dalam keluarga memiliki peran yang sangat besar bagi
arah ehidupan keluarga dan anggotanya. Perkawinan yang dilandasi agama yang sma
secra potensial akan lebih stabil daripada yang beda agama.
Perbedaan agama
sering menimbulkan konflik bagi pasangan yang menggalaminya, walgito
mengemukakan bahwa perbedaan agama antara suami dan istri akan memberikan
lingkungan yang kuang bagi pertumbuhan anak, hal ini akan menimbulkan
pertanyaan bagi anak , dan mereka akan menjadi binagggung oleh karena itu cara
yang baik dalam pernikahan beda agama ini salah satu pihak mengaah dan
menyetujui pihak lain.
Untuk itu , sebelum melakukan pernikahan beda agama ada beberapa hal yang
harus diperhatiakan antara lain adalah:
1)
Cukup besarkah cinta kasih dari keduanya .
dalam realitanya , banyak pasanagan suam istri yang mencintai dari segi luarnya
saja , misalnya menikahi seseorang karena kecantikaanya atau ketampannanya ,
atau bisa jadi menikahi karena kekayaanya ataupun pekerjaan.
2)
Cukup berjiwa tolerankah atau tidak mengingat
jiwa toleransi kurang tinggi, maka akan menjadi sumber pertengkaran dan hal ini
juga tidak bisa terselesaikan jika masing-masing anggota tetap bersikukuh
dengan pendirianya.
3)
Cukup sabar atau tidak . Hal ini mengingat
masing-masing individu dalam keluarga adalah unik, maka memiliki karakter dan
keinginan yang berbeda-beda. dimana semakin banyak anggota keluarga, semakin
pula banyak beragam agama dalam sebuah keluarga, kemungkinan bisa menimbulkan
konflik[5]
IV.
KESIMPULAN
Keluarga adalah lembaga sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga
pada umumnya adalah keluarga yang utuh. Dikatakan utuh biasanya terdiri dari
kelaurga inti yakni ayah, ibu dan anak. Komponen tersebut merupakan sistem
dalam keluarga. Adaaapun fungsiya ada fungsi individual,
fungsi pendidikan,fungsi sosial, fungsi
pengaturan sexual, fungsi reproduksi, fugsi perlindungan dan pemeliharan,
fungsi ekonim ,fungsi status sosial , fungsi afeksi dan rekreasi. Adapun problem yag ada dalam keluarga yaitu problem Orang tua
kehilangan pekerjaan , problem anak terkena narkoba, problem agama
,problem pendidikan , problem hami diluar nikah , problem hubungan inter dan
antar keluarga.
V.
PENUTUP
Demikianlah makalah yang telah kami buat tentang Fungsi dan problem keluarga . Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat banyak
kekurangan. Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amien.
[1]
Agus riyadi, Bimbingan Konseling
perkawinan (Dakwah dalam membentuk keluarga sakinah), Yogyakarta, 2013.
Hlm 106-107.
[2]Mahmudah,
Bimbingan da nkonseilng keluarga perspektif islam, Semarang, 2015, hkm
61.
[3]Bimo
walgito, Bimbingan dan konseling Perkawinan, Yogyakarta: 2002, hlm 83-98.
[4]
Mahmudah, Bimbingan da nkonseilng keluarga perspektif islam, Semarang,
2015, hkm 58-66.
Komentar
Posting Komentar